www.jejakksusnews.com |Halmahera Utara – Dugaan penyalahgunaan Dana Desa (DD) di Desa Akelamo Kao, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, mencuat ke publik dan memicu keprihatinan warga.
Sejumlah pihak di desa tersebut menilai pengelolaan Dana Desa selama ini tidak transparan dan diduga tidak tepat sasaran. Mereka menyebutkan bahwa Desa Akelamo Kao sebagai desa induk tidak menerima alokasi dana sebagaimana mestinya, sementara dana disebut mengalir ke wilayah lain.
Salah satu warga, Muamar Ternate, menyampaikan bahwa secara administratif desa mereka tercatat sebagai penerima Dana Desa, namun realisasinya tidak dirasakan oleh masyarakat.
“Secara administrasi tercatat sebagai penerima, tetapi realisasinya tidak pernah dirasakan oleh masyarakat desa induk,” ujar Muamar, Selasa (24/3/2026).
Muamar juga mempertanyakan alur penggunaan Dana Desa sejak beberapa tahun terakhir dan mendesak adanya kejelasan terkait laporan pertanggungjawaban (LPJ). Ia menduga terdapat ketidaksesuaian antara laporan administrasi dengan kondisi riil di lapangan.
Selain itu, warga mendesak agar dilakukan audit menyeluruh terhadap pengelolaan Dana Desa di wilayah tersebut, termasuk penelusuran aliran dana dan verifikasi dokumen administrasi.
Menanggapi hal ini, warga meminta pemerintah daerah melalui instansi terkait, seperti Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) serta Inspektorat, segera turun tangan untuk melakukan pemeriksaan.
Mereka juga mendorong aparat penegak hukum, baik di tingkat daerah maupun pusat, untuk menindaklanjuti dugaan tersebut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.
“Jika memang ada pelanggaran, kami berharap diproses secara hukum agar ada efek jera dan keadilan bagi masyarakat,” kata Muamar.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara maupun pihak terkait lainnya mengenai dugaan tersebut.
Kasus ini menambah perhatian terhadap pentingnya transparansi dan akuntabilitas pengelolaan Dana Desa, terutama dalam memastikan pemerataan pembangunan di tingkat desa.





