www.jejakkasusNews|Nabire Papua Tengah – Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Nabire melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) guna memperbaiki sistem distribusi, kualitas layanan, dan pengawasan program. Evaluasi ini dipimpin oleh Koordinator Wilayah BGN Nabire, Marsel Asyerem, dengan melibatkan TNI, pengelola dapur SPPG, yayasan, tenaga ahli gizi, serta mitra pelaksana. Pembina program, Letkol Dwi Palwanto Tirta Mentari selaku Dandim 1705/Nabire, turut menekankan pentingnya pengawasan terpadu.
Evaluasi dilakukan selama masa penghentian sementara program, dengan target operasional kembali pada 30 Maret 2026. Kegiatan ini mencakup seluruh wilayah pelaksanaan di Kabupaten Nabire, termasuk daerah dengan tantangan distribusi seperti Yaro, Kalibobo, dan Girimulyo.
Langkah evaluasi diambil karena ditemukan sejumlah kendala di lapangan. Distribusi makanan belum berjalan tepat waktu. Jangkauan pelayanan melebihi radius operasional. Keterbatasan tenaga ahli gizi juga memengaruhi kualitas program. Kondisi tersebut berdampak langsung pada efektivitas pemberian makanan kepada siswa.
Sebagai tindak lanjut, BGN menetapkan sejumlah perbaikan sistem. Distribusi makanan diwajibkan selesai sebelum pukul 09.00 pagi untuk menjaga kualitas konsumsi. Standar kebersihan dapur diperketat selama masa jeda operasional. BGN juga merencanakan pembangunan dua dapur tambahan di Kalibobo dan Girimulyo guna memperluas jangkauan layanan.
Selain itu, BGN membuka peluang bagi tenaga ahli gizi untuk bergabung guna memperkuat kualitas program. Pengawasan akan dilakukan secara terpadu dengan melibatkan TNI dan masyarakat, termasuk optimalisasi peran Babinsa dalam mendukung pelaksanaan di lapangan.
Melalui evaluasi ini, BGN menargetkan Program Makan Bergizi Gratis di Nabire dapat kembali berjalan secara efektif, tepat waktu, dan tepat sasaran setelah dioperasikan kembali pada 30 Maret 2026.









