www.jejakkasusNews.com |NABIRE – Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara operasional tujuh Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) atau dapur umum di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Keputusan ini diambil guna memastikan standar kelayakan fasilitas dan keamanan pangan bagi para penerima manfaat.
Koordinator Wilayah BGN Kabupaten Nabire, Marsel Ayerem, mengonfirmasi bahwa penonaktifan ini terbagi menjadi dua kategori permasalahan utama: perbaikan fasilitas pelayanan dan pelanggaran prosedur operasional.
Perbaikan Fasilitas dan Standar IPAL
Sebanyak lima unit SPPG dihentikan operasionalnya secara sementara untuk menjalani perbaikan fasilitas, terutama terkait sistem pembuangan. Kelima dapur tersebut:
- SPPG Siriwini 01
- SPPG Nabarua Bukit Cenderawasih
- SPPG Kali Susu 02
- SPPG Wonorejo 01
- SPPG Gerbang Sadu
“Dapur-dapur tersebut akan beroperasi kembali apabila telah memiliki Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan oleh BGN,” ujar Marsel saat dikonfirmasi media pada Minggu (12/4/2026).
Pelanggaran Prosedur dan Gangguan Kesehatan
Selain masalah infrastruktur, dua dapur lainnya dinonaktifkan karena alasan yang lebih krusial. Satu dapur terkait dengan laporan gangguan pencernaan pada siswa, sementara satu lainnya kedapatan menyalahgunakan mobil operasional Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk mengangkut sampah.
Marsel menegaskan, bagi dapur yang bermasalah dengan gangguan pencernaan, pengelola wajib bertanggung jawab penuh kepada pasien atau siswa yang terdampak.
“Mereka wajib membuat pernyataan tertulis untuk siap melayani kembali dengan baik dan melaporkan pertanggungjawaban terhadap korban yang mengalami gangguan pencernaan,” tegasnya.
Sementara untuk kasus penyalahgunaan armada, pengelola diwajibkan memastikan kendaraan telah dicuci bersih dan menandatangani pakta integritas agar tidak mengulang pelanggaran serupa di masa mendatang.
Dampak Terhadap Program MBG
Akibat kebijakan ini, program Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak di wilayah terdampak otomatis terhenti sementara. Marsel menjelaskan bahwa penghentian operasional ini juga diikuti dengan pembekuan seluruh aktivitas keuangan pada unit-unit SPPG tersebut.
“Anak-anak tidak bisa mendapatkan MBG untuk sementara waktu karena perbaikan fasilitas ini. Namun, setelah semua syarat dan standar kelayakan dipenuhi oleh ketujuh dapur tersebut, kami akan segera membuka kembali operasionalnya,” tutup Marsel.
Langkah preventif ini diambil BGN untuk menjamin bahwa setiap makanan yang disalurkan kepada anak-anak di Nabire memenuhi aspek kesehatan, kebersihan, dan kemanusiaan yang tinggi.









