350 Masyarakat Adat Ikuti Deklarasi LMA Nabire, Serukan Papua Tengah Aman dan Damai

Nabire158 Dilihat

Jejakkasus NewsNews |Nabire, Papua Tengah – Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Kabupaten Nabire menggelar Deklarasi dan Pawai Masyarakat Adat Nusantara dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Rabu (19/8/2026), di Taman Gizi Oyehe, Distrik Nabire.

Kegiatan bertema “Bersama dalam Keberagaman Ciptakan Papua Tengah yang Aman dan Damai” ini dipimpin Ketua LMA Kabupaten Nabire Karel Misiro didampingi Korwil LMA Papua Tengah Yona Kogoya, serta diikuti sekitar 350 peserta dari berbagai suku dan elemen masyarakat.

Hadir mewakili Bupati Nabire, La Halim, S.Sos (Asisten I Setda Nabire), bersama Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, unsur TNI-Polri, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Yona Kogoya menegaskan bahwa keberagaman suku, budaya, dan agama merupakan kekuatan utama masyarakat Nabire untuk menjaga persaudaraan dan kedamaian.

Ia juga menekankan komitmen LMA dalam menolak kekerasan, kebencian, serta mengajak seluruh masyarakat hidup rukun dan mendukung pembangunan di Papua Tengah, terutama melalui peningkatan pendidikan generasi muda.

Sementara itu, Karel Misiro menyampaikan bahwa deklarasi menjadi simbol persatuan masyarakat adat dalam menyambut HUT RI ke-81 serta memperkuat pelestarian adat dan budaya sebagai warisan leluhur.

Mewakili Bupati Nabire, La Halim menyatakan pemerintah daerah mengapresiasi LMA sebagai mitra strategis dalam menjaga ketertiban sosial, memperkuat persatuan, dan melestarikan budaya.

Menurutnya, kemerdekaan Indonesia lahir dari keberagaman, sehingga perbedaan harus menjadi perekat persaudaraan, bukan sumber perpecahan.

Dalam deklarasi yang dibacakan Karel Misiro, masyarakat adat menyatakan komitmen untuk:

  • Menjadikan keberagaman sebagai kekuatan persatuan.
  • Menolak provokasi, hoaks, kekerasan, dan konflik antarsuku.
  • Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
  • Mendukung program pembangunan demi kesejahteraan Papua Tengah.

Usai deklarasi, peserta melaksanakan pawai budaya mengelilingi Kota Nabire dengan rute Taman Gizi Oyehe hingga Kalibobo dan kembali ke titik awal. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan berakhir pada pukul 17.20 WIT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *