Jejakkasus News|Ternate – Sebanyak 95 mahasiswa baru Akademi Kebidanan Cahwala Maluku Utara (AKCAMU) mengikuti kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 di Kampus AKCAMU, Jalan Dacomib, Kota Ternate, Selasa (11/8/2026).
PKKMB yang berlangsung selama tiga hari, 10 hingga 12 Agustus 2026, tersebut mengusung tema “Bidan Muda dalam Mencetak Generasi, Bebas Stunting: Mengabdi dengan Hati Menjaga Generasi.” Kegiatan diikuti mahasiswa baru Program Studi D-3 Kebidanan.
Salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut yakni Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Maluku Utara (Setda Malut), Sri Haryanti Hatari. Ia menyampaikan materi mengenai kepemimpinan, etika, dan integritas bidan di era digital.
Dalam arahannya, Sri Hatari menekankan pentingnya mahasiswa membangun profesionalisme dan menjunjung tinggi etika profesi. Menurutnya, calon bidan harus mengutamakan kepentingan dan keselamatan pasien dalam menjalankan tugas.
“Pesan saya, mahasiswa belajar dengan tekun untuk menjadi bidan yang profesional, beretika, dan berintegritas tinggi. Jadilah bidan yang mementingkan pasien hingga mereka sembuh,” tegasnya.
Sri Hatari juga mengingatkan mahasiswa mengenai kondisi geografis Maluku Utara yang memiliki wilayah luas dan terdiri atas banyak pulau. Karena itu, calon tenaga kesehatan harus memiliki kesiapan untuk mengabdi di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil yang masih membutuhkan pelayanan kesehatan.
Ia mengatakan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat menjadi salah satu pelayanan dasar yang mendapat perhatian Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Upaya tersebut diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sehat, berpendidikan, dan sejahtera.
Selain kompetensi profesi, Sri Hatari meminta mahasiswa memanfaatkan perkembangan teknologi dan media sosial secara bijak. Teknologi, kata dia, harus digunakan untuk mendukung pelayanan kesehatan dan menyebarkan informasi yang edukatif.
Ia juga mengingatkan mahasiswa agar tidak ikut menyebarkan informasi bohong atau hoaks yang dapat menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
Sementara itu, Ketua Panitia PKKMB 2026 sekaligus dosen Kebidanan AKCAMU, Masita Hariyanto, mengatakan rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk memberikan pembekalan awal kepada mahasiswa sebelum memasuki kehidupan akademik.
Materi yang diberikan mencakup budaya akademik, wawasan kepemimpinan, hingga edukasi mengenai bahaya narkotika melalui kerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN).
“Fokus utama kami sesuai dengan komitmen akreditasi dan tema kegiatan adalah penekanan pada peran bidan dalam pencegahan stunting serta pemanfaatan literasi digital dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam pelayanan kebidanan masa depan,” jelas Masita.
Ia menambahkan, pemanfaatan AI dan literasi digital menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi perkembangan teknologi di bidang kesehatan. Namun, penggunaan teknologi tetap harus disertai etika dan tanggung jawab profesi.
Melalui pelaksanaan PKKMB 2026, AKCAMU berharap dapat membentuk calon bidan yang memiliki kompetensi akademik, mampu mengikuti perkembangan teknologi, serta memiliki integritas dan semangat pengabdian.
Lulusan diharapkan mampu berkontribusi dalam peningkatan kualitas pelayanan kesehatan, termasuk mendukung upaya pencegahan stunting dan memberikan pelayanan kepada masyarakat di berbagai wilayah Maluku Utara.









