Anak Buruh Harian Lulus Caba TNI AD Tanpa Biaya, Bukti Kesempatan Terbuka bagi Semua

Nasional, TNI164 Dilihat

Jejakkasus New |Sumsel — Keterbatasan ekonomi tidak menghalangi Azril Pranata, casis asal Bangka Belitung yang merupakan anak seorang buruh harian, untuk mewujudkan cita-citanya menjadi prajurit TNI AD.

Azril sebelumnya gagal pada seleksi Calon Bintara (Caba) TNI AD Gelombang II Tahun 2026. Kegagalan itu justru mendorongnya kembali berlatih lebih disiplin, menjaga kebugaran, memperbaiki persiapan, serta memperkuat doa dan tekad.

Pada pendaftaran berikutnya, perjuangannya membuahkan hasil. Azril dinyatakan lulus dan terpilih mengikuti pendidikan Corps Zeni TNI AD.

Keberhasilan tersebut semakin bermakna karena proses penerimaan prajurit TNI AD secara resmi tidak dipungut biaya. Ketentuan rekrutmen TNI AD menegaskan bahwa calon prajurit tidak dikenakan biaya selama mengikuti tahapan seleksi. Masyarakat juga diingatkan untuk tidak percaya kepada pihak yang menjanjikan kelulusan dengan meminta sejumlah uang.

Seleksi dilakukan melalui tahapan yang telah ditentukan, meliputi pemeriksaan administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi, serta aspek mental ideologi. Karena itu, latar belakang ekonomi keluarga bukan ukuran untuk menentukan seseorang berhak atau tidak mengejar cita-cita menjadi prajurit.

Kisah Azril menjadi contoh bahwa kesempatan terbuka bagi siapa saja yang memenuhi persyaratan dan bersedia menjalani proses dengan sungguh-sungguh. Status sebagai anak buruh harian tidak menghalanginya untuk bersaing dan meraih hasil terbaik.

Semangat tersebut sejalan dengan ajaran Ki Hadjar Dewantara, “Ing ngarso sung tulodo, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani,” yang menekankan pentingnya keteladanan, membangun semangat, dan memberikan dorongan bagi seseorang untuk berkembang.

Perjalanan Azril juga membawa pesan penting bagi para pemuda yang ingin mengikuti seleksi TNI AD: tidak perlu membayar untuk mendapatkan kelulusan. Persiapkan diri, ikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan, dan gunakan informasi dari jalur rekrutmen resmi.

Kisah anak buruh harian ini pada akhirnya bukan sekadar cerita tentang kelulusan, tetapi juga tentang kesempatan yang dapat diraih melalui kerja keras, ketekunan, dan proses yang dijalankan secara jujur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *