BPJN Papua Tengah Gelar Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI, Tekankan Integritas dan Pengabdian untuk Rakyat

Nasional338 Dilihat

Jejakkasus News |Nabire – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Papua Tengah menggelar upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/8/2026) pagi. Upacara berlangsung khidmat di halaman depan Kantor BPJN Papua Tengah.

Upacara tersebut diikuti jajaran Pejabat Pimpinan Tinggi (PJU) BPJN Papua Tengah, satuan kerja (Satker) Nabire, Satker Paniai, satuan pengamanan, serta para tamu undangan. Kepala BPJN Papua Tengah, Benyamin Elieser Pasurnay, S.T., M.M., M.T., bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam amanat Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo yang dibacakan Kepala BPJN Papua Tengah, disampaikan bahwa peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI menjadi momentum untuk memperkuat pengabdian insan pekerjaan umum dalam memastikan kehadiran negara dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menteri PU menegaskan bahwa pelaksanaan tugas di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum harus memiliki ukuran yang jelas, yakni sejauh mana pembangunan yang dilakukan mampu memudahkan kehidupan masyarakat. Infrastruktur tidak hanya dinilai dari selesainya pekerjaan konstruksi, tetapi dari manfaat yang benar-benar dirasakan masyarakat.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan berbagai capaian pembangunan infrastruktur, antara lain penanganan lebih dari 12.700 kilometer jaringan irigasi untuk mendukung sekitar 789 ribu hektare sawah, pembangunan 2.799 pompa JIAT, percepatan penyelesaian 15 bendungan, serta penanganan konektivitas melalui pembangunan dan preservasi jalan maupun jembatan.

Pembangunan infrastruktur juga diarahkan untuk mendukung masa depan generasi penerus. Kementerian PU telah menuntaskan pembangunan 265 Sekolah Rakyat, merevitalisasi 814 sekolah keagamaan, serta membangun 222 SPPG. Pelayanan dasar berupa air minum, sanitasi, dan persampahan juga terus diperluas untuk memastikan masyarakat memperoleh kehidupan yang layak.

Menteri PU mengingatkan bahwa kehadiran insan pekerjaan umum semakin penting ketika bencana terjadi. Saat akses jalan terputus, pelayanan air terganggu, sekolah tidak dapat digunakan, atau masyarakat kehilangan tempat tinggal, negara harus hadir melalui kerja nyata dan langkah cepat untuk memulihkan kondisi masyarakat.

Selain pembangunan fisik, amanat tersebut menekankan pentingnya efisiensi, akuntabilitas, dan integritas. Setiap rupiah anggaran pembangunan harus memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Perencanaan harus tepat, aset yang telah dibangun harus dimanfaatkan secara optimal, serta potensi pemborosan dan kebocoran harus dicegah.

“Jabatan dan kewenangan bukan hak istimewa. Keduanya adalah amanah,” demikian salah satu penekanan dalam amanat Menteri PU.

Seluruh ASN dan insan PU juga diminta bekerja cepat tanpa mengabaikan ketelitian dan mutu. Efisiensi tidak boleh mengorbankan kualitas, sementara penyelesaian masalah tidak boleh ditempuh dengan cara yang melanggar ketentuan.

Peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di lingkungan BPJN Papua Tengah menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh jajaran dalam menjalankan tugas pembangunan infrastruktur secara profesional, berintegritas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Melalui semangat kemerdekaan, insan pekerjaan umum diharapkan terus menghadirkan pembangunan yang adil, memperkuat konektivitas antarwilayah, membuka akses masyarakat terhadap pelayanan dasar, serta mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat di Papua Tengah.

Upacara ditutup dengan pesan untuk terus mengisi kemerdekaan melalui kerja nyata, menjunjung tinggi integritas, serta setia mengabdi kepada kepentingan rakyat dan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh rangkaian upacara berlangsung dengan aman, tertib, dan khidmat. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi foto bersama.

Dirgahayu ke-81 Republik Indonesia. Merdeka!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *