IPMADO Gelar Aksi Demo di Nabire, Soroti Tragedi Kemanusiaan di Dogiyai

Nabire, Nasional86 Dilihat

www.jejakkasusnews.com |Nabire, Papua Tengah – Ikatan Pelajar Mahasiswa Dogiyai (IPMADO) Kota Studi Nabire menggelar aksi demonstrasi terkait tragedi kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Dogiyai, Papua Tengah, pada Senin (11/5/2026). Salah satu titik kumpul massa berada di kawasan Pasar Karang, Nabire.

Dalam aksi tersebut, massa membawa spanduk besar bertuliskan “Dogiyai Berdarah” sebagai bentuk duka cita atas peristiwa yang terjadi pada 31 Maret hingga 2 April 2026. Mereka menilai tragedi tersebut telah menimbulkan korban jiwa dari kalangan masyarakat sipil serta meninggalkan trauma mendalam bagi warga Dogiyai.

Melalui spanduk dan orasi, massa aksi menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya meminta pengusutan tuntas terhadap kematian anggota polisi dan lima warga sipil, mendesak dilakukannya investigasi independen terhadap korban sipil, serta meminta penghentian pendekatan kekerasan di Tanah Papua.

Selain itu, IPMADO juga menuntut penegakan hukum yang adil dan transparan atas peristiwa yang terjadi di Dogiyai. Dalam poster aksi terlihat tulisan “Dogiyai Butuh Keadilan, Bukan Darah yang Terus Tumpah” dan “Papua Butuh Damai”.

Aksi tersebut mendapat perhatian masyarakat sekitar karena dilakukan di titik strategis Kota Nabire, termasuk kawasan Pasar Karang yang menjadi pusat aktivitas warga. Massa aksi juga membawa berbagai atribut dan poster yang menggambarkan situasi konflik serta seruan perdamaian di Papua.

Hingga berita ini diterbitkan, aksi demonstrasi masih berlangsung dengan pengawalan aparat keamanan. Massa meminta pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan kemanusiaan di Dogiyai secara damai dan bermartabat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *