www.jejakkasusnews.com |DOGIYAI, 09/04/2026 – Dalam pertemuan strategis yang dihadiri oleh unsur pimpinan daerah, legislatif, serta tokoh masyarakat, Kapolda Papua Brigjen Pol JERMIAS RONTINI, S.I.K., M.Si. Tengah menegaskan bahwa kehadiran pihak kepolisian bertujuan utama untuk memulihkan kembali kondusivitas daerah. Dalam arahannya, Kapolda juga menyampaikan permohonan maaf secara terbuka apabila terdapat kesalahan atau tindakan yang kurang berkenan yang dilakukan oleh anggota kepolisian.
Pertemuan yang telah diselaraskan dengan pihak Pemerintah Provinsi ini juga menyoroti aspek penegakan hukum. Kapolda dengan tegas menyatakan bahwa pihaknya akan menuntut baik pelaku tindak pidana maupun oknum kepolisian yang terbukti melanggar aturan sesuai dengan hukum yang berlaku. “Tidak ada toleransi bagi siapa saja yang melanggar ketentuan, dan kami akan memastikan proses hukum berjalan hingga ke meja hijau,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolda juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia melalui pendidikan. Mengambil contoh keberhasilan Jepang pasca perang yang memprioritaskan kualitas tenaga pendidik, ia menargetkan agar setiap distrik (sebanyak 10 distrik) memiliki sekolah dasar yang layak, disertai peningkatan kesejahteraan bagi para tenaga pendidik berupa insentif dan tunjangan. Bahkan, pihaknya membuka peluang bagi anak-anak berpotensi dari daerah untuk mengakses pendidikan khusus, seperti pelatihan menjadi pilot.
Sementara itu, Bupati Dogiyai Yudas Tebai, S.Pd., M.Si dalam tanggapannya menuntut agar kasus yang melibatkan anggota kepolisian segera diungkap secara transparan. Ia menekankan bahwa tindakan segelintir orang tidak boleh merusak citra dan kesejahteraan masyarakat luas. “Apa yang kita tanam, itulah yang akan kita tuai. Kami berharap seluruh pihak bekerja sesuai porsi dan tanggung jawab masing-masing,” ujarnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Bupati meminta agar seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersatu mencari solusi damai, serta menjauhi tindakan anarkis atau penggunaan senjata tajam. Ia juga memastikan bahwa masalah blokade jalan yang sempat terjadi telah diselesaikan melalui pendekatan kekeluargaan bersama pemuda setempat. “Kami memastikan pada hari besar keagamaan umat Kristen nanti, tidak akan ada gangguan keamanan. Untuk penanganan kasus, akan dibentuk Tim Pencari Fakta yang didukung penuh oleh unsur pimpinan daerah,” jelasnya.
Terkait penanganan teknis, Kapolda telah menunjuk Kapolres Dogiyai AKBP DENIS A PUTRA, S.H., S.I.K., M.H. yang memiliki latar belakang keahlian di bidang penyelidikan kriminal. Langkah ini diyakini akan mempercepat penyelesaian masalah dengan dukungan penuh dari Mabes Polri. Kapolda juga memberikan tenggat waktu selama enam bulan bagi Kapolres untuk menyelesaikan tugas tersebut.
Di sisi lain, Kapolda menegaskan bahwa tidak pernah ada instruksi untuk melakukan penembakan terhadap masyarakat sipil. Sebaliknya, ia membuka ruang seluas-luasnya untuk menampung aspirasi masyarakat serta berkomitmen untuk menyampaikan perkembangan penanganan masalah secara terbuka kepada publik.
Pertemuan ini juga dihadiri oleh perwakilan Dewan Otonomi Khusus, anggota legislatif, serta tokoh masyarakat, Alex Waine. Meskipun beberapa tokoh masyarakat tidak dapat hadir, aspirasi mereka tetap disampaikan melalui perwakilan. Kapolda menyatakan kesiapannya untuk terus berkontribusi dan mendukung pembangunan di wilayah Papua Tengah secara berkelanjutan.
Kapolda Papua Tengah Tegaskan Komitmen Pulihkan Situasi dan Tegakkan Hukum










