Kepala Suku Moora Ajak Masyarakat Perkuat Persatuan dan Nilai Pancasila demi Menjaga Stabilitas Keamanan di Nabire

Nabire, Nasional149 Dilihat

Jejakkasus News |Nabire – Kepala Suku Moora menggelar sosialisasi bertema “Memperkuat Kebangsaan, Persatuan dan Kesatuan dalam Mendukung Stabilitas Keamanan” di Nabire pada Selasa, 30 Juni 2026. Kegiatan yang dipimpin Kepala Suku Moora Donatus Sembor tersebut dihadiri tokoh adat, tokoh masyarakat, serta warga dari berbagai kalangan, dengan Bambang Sutikno bertindak sebagai moderator.

Dalam sambutannya, Donatus Sembor mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan lingkungan, rumah, dan Kabupaten Nabire sebagai milik bersama. Menurutnya, keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat.
Ia juga mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anaknya selama berlangsungnya pertandingan Piala Dunia. Donatus meminta masyarakat tetap menjunjung tinggi sportivitas meski mendukung tim yang berbeda.
“Menang ataupun kalah, kita tetap bertetangga dan tetap bersaudara. Jika melakukan konvoi, lakukan dengan tertib dan jangan mengganggu pengguna jalan lainnya,” ujarnya.
Sebagai moderator, Bambang Sutikno menegaskan bahwa persatuan dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama.

Ia mengajak masyarakat untuk tidak membiarkan pihak-pihak tertentu merusak kebhinekaan yang telah terbangun di Nabire. Menurutnya, apabila terjadi persoalan di tengah masyarakat, sebaiknya disampaikan melalui kepala suku atau tokoh masyarakat agar dapat diselesaikan secara musyawarah.

Bambang juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum jelas kebenarannya atau hoaks. Menurutnya, apabila daerah tetap aman maka roda perekonomian akan berjalan dengan baik. Nelayan dapat melaut dengan tenang, petani dapat berkebun tanpa rasa khawatir, dan aktivitas perdagangan akan semakin lancar.

Dalam kesempatan tersebut, Penny mengungkapkan pengalamannya saat menggelar kegiatan keluarga besar Suku Moora yang sempat mendapat teguran karena belum berkoordinasi dengan pihak kepolisian terkait perizinan. Ia memastikan ke depan setiap kegiatan akan dikoordinasikan dengan aparat keamanan, sementara pengamanan internal tetap dilakukan oleh para pemuda Suku Moora.
Dalam sesi dialog, M. Sawaka menyampaikan keresahan masyarakat terhadap situasi keamanan di Nabire yang menurutnya mengalami perubahan sejak terbentuknya Provinsi Papua Tengah. Ia mengatakan masyarakat kini merasa kurang nyaman dibandingkan sebelumnya dan berharap aparat keamanan dapat menghadirkan solusi terbaik agar warga kembali merasa aman dalam beraktivitas.

Morare turut mengajak seluruh masyarakat bergandengan tangan menjaga keamanan bersama aparat. Menurutnya, Nabire merupakan “Indonesia Mini” karena dihuni berbagai suku, agama, dan budaya sehingga semangat Bhinneka Tunggal Ika harus terus dijaga. Ia menegaskan bahwa apabila masyarakat tidak ikut menjaga keamanan, aparat keamanan akan kesulitan menciptakan situasi yang kondusif.
Sejumlah warga juga menyampaikan bahwa berbagai gangguan keamanan sering kali berawal dari penyalahgunaan minuman keras. Karena itu, para orang tua diminta lebih aktif membimbing anak-anak melalui pendidikan, pembinaan karakter, dan pendidikan agama sejak dini.

Masyarakat mengusulkan agar aparat keamanan terus melakukan konsolidasi dan sosialisasi kamtibmas kepada seluruh kepala suku, kepala kampung, kepala desa, hingga ketua RT agar tercipta komitmen bersama menjaga keamanan. Warga juga berharap tidak ada lagi konflik antarsuku di Nabire serta meminta penambahan pos-pos keamanan di titik-titik rawan agar masyarakat merasa lebih nyaman saat beraktivitas.
Dalam forum tersebut, tokoh masyarakat Raubaba menyampaikan bahwa Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) perlu kembali dihidupkan sebagai pedoman dalam memperkuat persatuan dan karakter bangsa. Menurutnya, nilai-nilai Pancasila harus terus ditanamkan kepada seluruh lapisan masyarakat.

Raubaba juga menilai Pendidikan Moral Pancasila (PMP) sangat dibutuhkan untuk kembali diterapkan guna membentuk generasi muda yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki rasa cinta tanah air. Ia mengingatkan para orang tua agar tidak hanya memenuhi kebutuhan materi anak, tetapi juga memperhatikan pendidikan, moral, dan pembinaan keagamaan. Menurutnya, keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter sehingga keimanan dan pendidikan yang baik dapat menjadi benteng dalam mencegah tindak kejahatan.

Menutup kegiatan sosialisasi, Donatus Sembor menyampaikan apresiasi atas berbagai masukan yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, seluruh aspirasi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat Nabire saat ini membutuhkan penguatan pendidikan wawasan kebangsaan, nilai-nilai persatuan, serta pembinaan karakter sebagai upaya menjaga stabilitas keamanan dan memperkokoh persatuan bangsa.

Donatus menegaskan bahwa menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Karena itu, keluarga, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, pemerintah, dan seluruh warga harus bersinergi menanamkan nilai-nilai Pancasila kepada generasi muda. Ia menilai semangat Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila (P4) dan Pendidikan Moral Pancasila (PMP) tetap relevan sebagai bagian dari pembentukan karakter, rasa cinta tanah air, dan semangat persatuan.

Di akhir penyampaiannya, Donatus mengingatkan seluruh orang tua agar menjaga dan membimbing anak-anak serta anggota keluarga dari pengaruh ideologi yang bertentangan dengan dasar negara. Menurutnya, pengawasan orang tua menjadi benteng utama agar generasi muda tidak mudah terpengaruh oleh paham-paham yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Mari kita jaga anak-anak, cucu, dan saudara-saudara kita dari ideologi yang menyesatkan, termasuk paham komunisme maupun ideologi lain yang bertentangan dengan ideologi negara kita. Tanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari karena Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) adalah harga mati,” tegas Donatus Sembor.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *