Jejakkasus News |Nabire – Polda Papua Tengah mengajak seluruh elemen pemuda lintas agama untuk memperkuat persatuan, menjaga toleransi, serta bersama-sama menangkal berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), mulai dari penyebaran hoaks, provokasi, konflik sosial, hingga penyalahgunaan minuman keras.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pertemuan Pemuda Lintas Agama Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Papua Tengah yang berlangsung di Aula Guest House, Kabupaten Nabire, Kamis (6/8/2026). Kegiatan ini mengusung tema “Pemuda Lintas Agama Bersatu Membangun Papua Tengah yang Cerdas, Sehat, Produktif, Aman, Damai, Harmonis, dan Berkelanjutan.”
Dalam kegiatan tersebut, Irwasda Polda Papua Tengah Kombes Pol. Wahyu Kuncoro hadir mewakili Kapolda Papua Tengah Brigjen Pol. Jermias Rontini. Acara dipimpin Ketua Umum FKUB Provinsi Papua Tengah Drs. Iqnatius Robertus Adii, didampingi Sekretaris Umum FKUB Muhammad Syarif, serta dihadiri perwakilan Kesbangpol Provinsi Papua Tengah dan para pemuda lintas agama.
Dalam paparannya, Kombes Pol. Wahyu Kuncoro menegaskan bahwa perkembangan teknologi informasi telah membawa tantangan baru bagi kehidupan masyarakat. Penyebaran berita bohong, provokasi melalui media sosial, konflik sosial, hingga penyalahgunaan minuman keras menjadi ancaman nyata yang harus diantisipasi bersama.
Karena itu, menurutnya, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tugas Polri, tetapi membutuhkan kolaborasi seluruh komponen masyarakat.
“Sinergi antara Polri, pemerintah daerah, FKUB, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, dan seluruh elemen masyarakat merupakan kunci utama dalam menjaga keamanan, memperkuat toleransi, serta memelihara persatuan dalam keberagaman di Papua Tengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Polda Papua Tengah terus mengedepankan pendekatan preventif melalui edukasi kepada masyarakat, sosialisasi nilai-nilai toleransi, penguatan kolaborasi lintas sektor, deteksi dini terhadap potensi konflik, hingga respons cepat terhadap setiap gangguan kamtibmas.
Komitmen tersebut juga diwujudkan melalui berbagai program yang menyentuh langsung masyarakat, seperti kegiatan Bhabinkamtibmas, Patroli Kasih Biru, Patroli UKL, Problem Solving, hingga Polisi Pi Ajar. Program-program tersebut menjadi bentuk nyata kehadiran Polri dalam membangun rasa aman sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat.
“Seluruh upaya ini bertujuan mewujudkan Papua Tengah yang aman, damai, harmonis, sekaligus memperkuat kerukunan umat beragama sebagai fondasi utama pembangunan daerah,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua FKUB Provinsi Papua Tengah Drs. Iqnatius Robertus Adii mengatakan forum Pemuda Lintas Agama merupakan wadah strategis untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan sinergi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, FKUB, tokoh agama, tokoh adat, serta generasi muda dalam menjaga kerukunan dan stabilitas kamtibmas.
“Keterlibatan aktif pemuda lintas agama menjadi modal sosial yang sangat penting untuk memperkuat nilai-nilai toleransi, mempererat persaudaraan, sekaligus mendukung langkah pemerintah dan Polri dalam mendeteksi dini, mencegah, serta meredam potensi konflik yang berlatar belakang suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” lugasnya.
Ia berharap sinergi yang terus dibangun antara Pemerintah Provinsi Papua Tengah, Polda Papua Tengah, FKUB, tokoh agama, tokoh adat, dan organisasi kepemudaan dapat semakin memperkokoh persatuan serta menciptakan situasi kamtibmas yang aman, damai, harmonis, sehingga pembangunan di Papua Tengah dapat berjalan dengan baik dan berkelanjutan.













