Jejakkasus News |OKI — Panglima Kodam II/Sriwijaya Mayjen TNI Ujang Darwis menyapa warga sekaligus meninjau langsung Jembatan Perintis Garuda di Desa Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (25/8/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat langsung manfaat jembatan bagi masyarakat sekaligus menyerap aspirasi warga, terutama terkait kebutuhan air bersih.
Jembatan sepanjang 120 meter tersebut dibangun selama sekitar enam bulan. Menurut Ujang Darwis, proses pembangunannya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan sejumlah jembatan lain yang dikerjakan jajaran TNI Angkatan Darat, yang umumnya dapat diselesaikan dalam tiga hingga empat bulan. Kondisi geografis dan tingkat kesulitan medan menjadi faktor utama lamanya pengerjaan.
“Jembatan ini panjangnya 120 meter dan kami kerjakan selama enam bulan. Ini salah satu yang paling sulit karena faktor alam yang cukup tinggi,” ujar Ujang.
Pangdam mengapresiasi keterlibatan prajurit TNI dan masyarakat yang bergotong royong selama proses pembangunan. Setelah berfungsi, jembatan tersebut memberikan akses yang lebih mudah bagi warga untuk bersekolah, bekerja, berdagang, serta menjalankan aktivitas lainnya antardusun.
Ujang mengatakan, Kodam II/Sriwijaya telah membangun 73 jembatan dengan berbagai jenis. Dua jembatan di antaranya masih dalam proses penyelesaian dan ditargetkan rampung pada akhir Agustus 2026.
“Ke depan kita akan membangun lagi sekitar 30 titik jembatan, baik jembatan perintis, jembatan gantung maupun jembatan beton,” katanya.
Selain pembangunan jembatan, Pangdam juga menaruh perhatian terhadap kebutuhan air bersih masyarakat. Ujang menyebut Kodam II/Sriwijaya telah membangun 14 titik sumur bor dan berencana melanjutkan pembangunan sebanyak 34 titik.
Aspirasi mengenai sumur bor turut disampaikan masyarakat Kuala 12. H. Nurun, seorang warga lanjut usia, menyampaikan terima kasih atas pembangunan Jembatan Perintis Garuda yang dinilai sangat membantu mobilitas masyarakat.
Ia berharap perhatian terhadap masyarakat Kuala 12 tidak berhenti pada pembangunan jembatan, tetapi juga berlanjut pada pemenuhan kebutuhan dasar, khususnya air bersih.
“Terima kasih atas pembangunan jembatan ini. Kami berharap perhatian seperti ini terus berlanjut, terutama untuk kebutuhan air bersih masyarakat,” ujar H. Nurun.
Sementara itu, H. Ambo Intan menyampaikan kebutuhan sumur bor secara lebih spesifik. Ia berharap tersedia tiga unit sumur bor untuk Dusun 1 dan tiga unit untuk Dusun 2, sehingga total yang diharapkan masyarakat mencapai enam unit.
Menurut Ambo Intan, kebutuhan tersebut berkaitan dengan kondisi sumber air di wilayah setempat yang sebagian terasa asin. Karena itu, masyarakat berharap pengeboran dapat dilakukan hingga menemukan sumber air yang lebih layak digunakan.
“Harapan kami ada tiga sumur bor untuk Dusun 1 dan tiga untuk Dusun 2, karena air di sini asin,” kata Ambo Intan.
Berdasarkan informasi dari masyarakat setempat, pengeboran sumur diperkirakan perlu mencapai kedalaman sekitar 120 hingga 150 meter agar dapat memperoleh sumber air yang lebih bersih. Namun, kedalaman tersebut masih berupa perkiraan berdasarkan informasi masyarakat dan perlu dipastikan melalui survei serta kajian teknis sebelum pengeboran dilakukan.
Komandan Korem 044/Garuda Dempo (Gapo) Brigjen TNI Khabib Mahfud mengatakan aspirasi warga mengenai pembangunan sumur bor akan menjadi perhatian dan selanjutnya disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan di lapangan.
Sementara itu, Dandim 0402/OKI Letkol Inf. Gunawan Wibisono melalui Pasiter Kodim 0402/OKI Kapten Czi Asep Kurnia menyatakan jajarannya siap melaksanakan pembangunan sumur bor apabila mendapat perintah.
“Apabila mendapat perintah, kami siap melaksanakan,” ujar Asep.
Khabib juga mengingatkan masyarakat agar Jembatan Perintis Garuda dirawat dan digunakan secara bertanggung jawab. Warga diminta memperhatikan kapasitas jembatan ketika melintas secara bersamaan agar konstruksi tetap terjaga dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
Pangdam Ujang Darwis turut menitipkan jembatan tersebut kepada masyarakat untuk dirawat bersama. Menurutnya, keberadaan jembatan diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas, tetapi juga membuka akses pendidikan, pekerjaan, dan kegiatan ekonomi warga.
“Kami titip kepada masyarakat untuk dirawat sehingga nanti penggunaannya bisa digunakan dalam jangka waktu yang lama,” katanya.
Dengan beroperasinya Jembatan Perintis Garuda, akses masyarakat Kuala 12 kini menjadi lebih mudah. Namun, kebutuhan air bersih masih menjadi pekerjaan lanjutan yang diharapkan dapat mendapat perhatian melalui program pembangunan sumur bor.
Kunjungan Pangdam II/Sriwijaya tersebut sekaligus memperlihatkan komitmen TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dasar di wilayah yang menghadapi tantangan geografis, sekaligus memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat. (Tim Red PPWI)













