Warga Kuala 12 Bersyukur, Jembatan 120 Meter Bikin Anak Sekolah Tak Lagi Menyeberang dengan Styrofoam

Nasional154 Dilihat

Jejakkasus News |OKI — Kebahagiaan dan rasa syukur dirasakan masyarakat Desa Kuala 12, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) setelah pembangunan jembatan sepanjang sekitar 120 meter yang menghubungkan tiga dusun di wilayah tersebut memasuki tahap peluncuran.

Kehadiran jembatan ini menjadi kabar baik bagi sekitar 110 kepala keluarga atau kurang lebih 1.100 jiwa yang selama ini menghadapi keterbatasan akses penyeberangan. Terlebih bagi anak-anak sekolah yang sebelumnya harus menggunakan perahu, bahkan sarana sederhana seperti styrofoam untuk menyeberangi sungai.

Dandim 0402/OKI-OI Letkol Inf Gunawan Wibisono, S.H., mengatakan pembangunan jembatan tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat besar dan meningkatkan kemudahan aktivitas masyarakat.

“Jembatan ini menghubungkan tiga dusun di Desa Kuala 12 dengan panjang 120 meter. Penerima manfaat kurang lebih 110 kepala keluarga atau sekitar 1.100 orang. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat,” ujar Gunawan.

Menurutnya, salah satu manfaat paling nyata dirasakan oleh anak-anak sekolah. Dengan adanya jembatan perintis tersebut, mereka kini dapat menuju sekolah dengan lebih mudah tanpa harus mempertaruhkan keselamatan ketika menyeberangi sungai.

“Semula anak-anak menggunakan styrofoam. Sekarang sudah ada jembatan perintis ini sehingga anak-anak sekolah menuju ke sekolah bisa dimudahkan,” katanya.

Kondisi sebelumnya memang menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat Kuala 12. Keterbatasan akses penyeberangan membuat perjalanan anak-anak menuju sekolah dan mobilitas warga sangat bergantung pada perahu atau sarana penyeberangan sederhana.

Kini, kehadiran jembatan tersebut memberikan perubahan besar. Masyarakat dapat melintas dengan berjalan kaki tanpa harus mengeluarkan biaya untuk menggunakan perahu.

Salah seorang warga, Betran, mengaku sangat terbantu dengan pembangunan jembatan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah serta TNI yang telah membantu menghadirkan akses yang selama ini sangat dibutuhkan masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih karena jembatan ini sangat membantu masyarakat. Selama ini kalau mau menyeberang harus menggunakan perahu dan mengeluarkan biaya. Sekarang sudah bisa berjalan kaki,” ujar Betran.

Menurutnya, jembatan tersebut tidak hanya memudahkan perjalanan warga, tetapi juga memberikan rasa senang karena aktivitas sehari-hari kini menjadi lebih mudah.

“Sekarang kami merasa senang. Anak-anak juga lebih mudah pergi ke sekolah. Mudah-mudahan jembatan ini terus dijaga dan bisa digunakan masyarakat dalam waktu yang lama,” tambahnya.

Kebahagiaan serupa dirasakan Ilya, salah seorang murid sekolah. Ia mengaku senang karena keberadaan jembatan membuat perjalanan menuju sekolah menjadi lebih mudah.

Bagi anak-anak di Kuala 12, jembatan tersebut bukan sekadar fasilitas penghubung antardusun. Kehadirannya membuka akses yang lebih aman dan mudah untuk mendapatkan pendidikan.

Selain sektor pendidikan, jembatan tersebut juga diharapkan memberikan dampak positif terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Mobilitas warga menjadi lebih mudah, biaya penyeberangan dapat ditekan, dan akses untuk membawa maupun menjual hasil usaha masyarakat diharapkan semakin terbuka.

Gunawan mengatakan pembangunan jembatan di wilayah tersebut merupakan bagian dari rangkaian pengerjaan tujuh jembatan. Dari tujuh jembatan tersebut, dua merupakan jembatan perintis dan lima lainnya menggunakan konstruksi beton.

“Ini merupakan launching jembatan yang ketujuh dari tujuh jembatan yang kita kerjakan,” jelasnya.

Dalam pemantauan lokasi kegiatan, sekitar 15 personel turut terlibat dalam pengawasan dan pemantauan pengerjaan.

Program pembangunan jembatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat di wilayah yang memiliki tantangan geografis. Pembangunan infrastruktur seperti jembatan diharapkan dapat memperkuat konektivitas masyarakat, terutama di wilayah yang selama ini sulit dijangkau.

Rangkaian kegiatan peluncuran tersebut mengusung semangat “Negara Hadir untuk Rakyat”, bersamaan dengan program pembangunan ribuan titik jembatan dan penyediaan sarana air bersih di berbagai daerah.

Bagi masyarakat Kuala 12, kehadiran jembatan itu menjadi bukti nyata bahwa pembangunan infrastruktur dapat langsung dirasakan manfaatnya oleh warga.

Gunawan juga mengingatkan masyarakat agar bersama-sama menjaga dan merawat jembatan tersebut.

“Bantuan pembangunan jembatan ini dari Bapak Presiden. Semoga bisa bermanfaat dan terus dirawat. Apabila dirawat dengan baik, pemanfaatannya bisa lebih lama dan sangat bermanfaat bagi masyarakat ke depannya,” katanya.

Ucapan terima kasih pun terus mengalir dari masyarakat. Mereka berharap pembangunan jembatan tersebut menjadi awal dari semakin mudahnya akses pendidikan, ekonomi, kesehatan, dan pelayanan publik bagi warga tiga dusun yang kini telah terhubung.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada pemerintah dan TNI. Jembatan ini sangat membantu kami. Kami berharap masyarakat juga ikut menjaga agar jembatan ini tetap baik dan bisa digunakan anak-anak serta masyarakat untuk waktu yang panjang,” kata Betran.

Bagi warga Kuala 12, jembatan sepanjang 120 meter tersebut akhirnya bukan hanya menjadi penghubung antardusun, tetapi juga menjadi jalan baru bagi anak-anak menuju sekolah, jalan bagi masyarakat menjalankan aktivitas, serta harapan baru untuk meningkatkan perekonomian keluarga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *