Buka Musprov PBSI, Wagub Malut Soroti Minimnya Prestasi PON dan Dorong Perubahan Mindset

Nasional, Ternate46 Dilihat

www.jejakkasusnews.com  |TERNATE – Wakil Gubernur Maluku Utara yang juga menjabat Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku Utara, H. Sarbin Sehe, resmi membuka Musyawarah Provinsi (Musprov) Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) Maluku Utara masa bakti 2026-2030 di Muara Hotel, Ternate, Rabu (24/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Maluku Utara Drs. Samsuddin A. Kadir, perwakilan Pengurus Pusat PBSI, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lingkup Pemerintah Provinsi Maluku Utara, pengurus PBSI Malut periode 2022-2026, serta perwakilan PBSI kabupaten dan kota se-Maluku Utara.

Dalam sambutannya, Sarbin Sehe menegaskan bahwa Musprov harus menjadi momentum evaluasi sekaligus pembenahan organisasi demi kemajuan olahraga bulu tangkis di Maluku Utara. Ia meminta seluruh peserta musyawarah mengedepankan objektivitas dan kejernihan berpikir dalam menentukan arah organisasi ke depan.

Wagub secara terbuka menyoroti minimnya prestasi olahraga Maluku Utara di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON). Menurutnya, hingga saat ini Maluku Utara belum mampu meraih medali emas pada pesta olahraga nasional tersebut.

“Ukuran supremasi prestasi olahraga nasional adalah PON. Sampai hari ini Maluku Utara belum mendapatkan medali emas. Ini menjadi pekerjaan rumah bersama yang harus segera dibenahi,” tegas Sarbin.

Ia menilai pembinaan olahraga selama ini perlu dievaluasi secara menyeluruh. Karena keterbatasan sumber daya dan anggaran, KONI Maluku Utara kini mendorong pengembangan cabang olahraga individu yang dinilai memiliki peluang lebih besar dalam mendulang prestasi.

Sarbin juga mengajak seluruh insan olahraga untuk mengubah pola pikir dalam mengelola organisasi. Menurutnya, pengurus olahraga harus hadir dengan semangat pengabdian, bukan sekadar mencari keuntungan pribadi.

“Kita harus berpikir apa yang bisa diberikan untuk olahraga dan organisasi, bukan apa yang bisa diperoleh dari organisasi. Dengan semangat pengabdian, saya yakin prestasi olahraga Maluku Utara akan meningkat,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap Musprov PBSI Malut tidak hanya menghasilkan kepengurusan baru, tetapi juga melahirkan program kerja yang terukur, memperkuat komunikasi internal organisasi, serta membuka peluang kerja sama dengan sektor swasta guna mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.

Menurutnya, olahraga saat ini telah berkembang menjadi sektor yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan menjadi bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Karena itu, pembinaan atlet usia dini harus dilakukan secara sistematis dan berjenjang agar mampu melahirkan generasi atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Sementara itu, Ketua Panitia Musprov PBSI Malut, Aswan Lampah, menjelaskan bahwa pelaksanaan Musprov merupakan amanat Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi seiring berakhirnya masa bakti pengurus PBSI Maluku Utara periode 2022-2026.

Ia menyebutkan, Musprov memiliki tiga agenda utama, yakni mengevaluasi program kerja kepengurusan sebelumnya, menyusun program kerja baru untuk periode mendatang, serta memilih Ketua Umum PBSI Maluku Utara masa bakti 2026-2030.

Musyawarah tersebut diikuti seluruh perwakilan resmi PBSI kabupaten dan kota se-Maluku Utara sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat provinsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *