Ditjen PKH Raih Penghargaan Unit Kerja Paling Responsif dalam Pengadaan Katalog Elektronik

Nasional107 Dilihat

Jejakkasus News | JAKARTA — Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian (Kementan) meraih penghargaan sebagai Unit Kerja yang Paling Responsif dalam Pengelolaan Kategori pada Katalog Elektronik lingkup Kementerian Pertanian Tahun 2026.

Penghargaan tersebut diserahkan pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026), di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Jakarta.

Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas kinerja Ditjen PKH dalam merespons kebutuhan pengadaan secara efektif sekaligus mendukung terwujudnya tata kelola pengadaan barang dan jasa yang kredibel, akuntabel, transparan, serta sesuai dengan ketentuan.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Agung Suganda, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara unit teknis dengan Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) Kementerian Pertanian.

“Kami mengapresiasi UKPBJ Kementerian Pertanian yang telah melaksanakan proses pengadaan KUAT, kredibel, unggul, akuntabel dan transparan,” ujar Agung.

Menurutnya, responsivitas dalam proses pengadaan memiliki peran penting karena menjadi salah satu faktor pendukung kelancaran berbagai program di bidang peternakan dan kesehatan hewan.

Agung berharap prinsip KUAT tersebut terus diterapkan dalam seluruh proses pengadaan barang dan jasa di lingkungan Kementerian Pertanian, khususnya Ditjen PKH.

“Semoga pengadaan barang dan jasa pemerintah di lingkup Kementerian Pertanian, khususnya di Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, terus mengikuti prinsip KUAT tadi. UKPBJ Kementerian Pertanian juga diharapkan terus membersamai kami dalam pelaksanaan pengadaan barang dan jasa,” katanya.

Sementara itu, Sekretaris Ditjen PKH, Nuryani Zainuddin, mengatakan penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi jajaran Sekretariat Ditjen PKH untuk terus memperkuat dukungan manajemen, terutama dalam memastikan proses perencanaan, penganggaran, administrasi, dan pengadaan berjalan secara terkoordinasi.

“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus memperkuat tata kelola pengadaan di lingkungan Ditjen PKH. Kami akan terus memastikan dukungan perencanaan, penganggaran, administrasi, dan koordinasi pengadaan berjalan responsif, tertib, transparan, dan akuntabel sehingga kebutuhan program dapat dipenuhi secara tepat waktu dan tepat sasaran,” ujar Nuryani.

Ia menegaskan, pengadaan barang dan jasa tidak dapat dipisahkan dari sistem dukungan manajemen. Proses tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan kebutuhan unit teknis terpenuhi sehingga pelaksanaan program dapat berjalan sesuai target.

“Bagi kami, penghargaan ini bukan tujuan akhir. Ini menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas layanan internal dan memperkuat koordinasi dengan seluruh unit kerja agar proses pengadaan benar-benar memberikan dukungan optimal terhadap pelaksanaan program dan pelayanan kepada masyarakat,” katanya.

Penghargaan tersebut sekaligus menjadi momentum bagi Ditjen PKH untuk terus meningkatkan kualitas pengadaan, tidak hanya dari sisi kepatuhan terhadap ketentuan, tetapi juga dalam hal kecepatan dan ketepatan merespons kebutuhan program.

Dengan semakin baiknya tata kelola pengadaan, dukungan terhadap pelaksanaan berbagai program peternakan dan kesehatan hewan diharapkan dapat berjalan lebih efektif, tepat waktu, dan memberikan manfaat yang semakin nyata bagi masyarakat.

Bagi Ditjen PKH, penghargaan tersebut bukan sekadar bentuk pengakuan atas capaian kinerja, tetapi juga menjadi dorongan untuk memastikan tata kelola internal terus bergerak cepat dan responsif dalam mendukung program peternakan dan kesehatan hewan di lapangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *