Ketua IKT Nabire Ajak Kawal Proses Hukum Kasus Pembunuhan

Hukum, Nasional167 Dilihat

Jejakkasus News|Nabire –  Ketua Ikatan Keluarga Toraja (IKT) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya seorang perempuan asal suku Toraja yang diduga menjadi korban pembunuhan dan pembakaran. Dalam keterangannya di Koridor Polres Nabire, Jumat (31/7/2026), ia mendesak aparat penegak hukum mengusut tuntas perkara tersebut serta menjatuhkan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Yulianus menyatakan peristiwa tersebut merupakan tragedi kemanusiaan yang sulit diterima oleh siapa pun. Atas nama Ikatan Keluarga Toraja, ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berharap mereka diberikan ketabahan dalam menghadapi musibah tersebut.

 “Atas nama Ikatan Keluarga Toraja, kami menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada keluarga korban. Semoga keluarga diberikan ketabahan menghadapi cobaan ini,” ujarnya.

Ia meminta aparat penegak hukum menangani perkara tersebut secara profesional, transparan, dan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Menurutnya, apabila seluruh dugaan tindak pidana dalam kasus itu terbukti melalui proses hukum, maka setiap unsur pidana harus diproses secara menyeluruh.

Yulianus menilai dugaan tindak pidana berupa pembunuhan dan pembakaran merupakan perbuatan yang sangat serius. Karena itu, ia berharap penegakan hukum mampu memberikan rasa keadilan bagi keluarga korban dan masyarakat.

 “Kami berharap proses hukum berjalan maksimal dan seluruh unsur pidana diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami ingin keadilan benar-benar ditegakkan,” katanya.

Selain mendorong penegakan hukum yang tegas, Yulianus juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan mengawal proses hukum secara damai tanpa melakukan tindakan yang bertentangan dengan hukum. Menurutnya, Indonesia adalah negara hukum sehingga penyelesaian perkara harus dipercayakan kepada aparat penegak hukum.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya maupun provokasi yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.

 “Kami meminta seluruh masyarakat tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya dan tidak terprovokasi oleh pihak-pihak yang ingin memperkeruh suasana,” tegasnya.

Yulianus berharap Kabupaten Nabire dan Provinsi Papua Tengah tetap menjadi daerah yang aman, damai, serta menjunjung tinggi nilai persaudaraan antarsuku. Ia menegaskan bahwa keluarga besar Toraja menerima peristiwa tersebut dengan duka yang mendalam, namun tetap mempercayakan sepenuhnya proses hukum kepada aparat yang berwenang.

Menurutnya, penegakan hukum yang tegas tidak hanya memberikan kepastian hukum dan rasa keadilan bagi keluarga korban, tetapi juga diharapkan menimbulkan efek jera sehingga peristiwa serupa tidak terulang di kemudian hari. (Red) 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *