www.jejakkasusNews |Nabire,Papua Tengah – Koordinator Wilayah Makan Bergizi Gratis (MBG) Nabire, Marsel Asyerem, mengeluarkan peringatan tegas kepada seluruh pengelola dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) agar tidak menyalahgunakan mobil box operasional MBG.
Peringatan ini muncul menyusul temuan pelanggaran di SPPG Sirwini 2, di mana kendaraan distribusi makanan digunakan untuk mengangkut sampah. Marsel menilai praktik tersebut mencederai standar operasional prosedur (SOP) serta berisiko pada aspek kebersihan dan keamanan pangan.
Marsel menegaskan bahwa mobil box MBG memiliki fungsi spesifik. Kendaraan tersebut hanya boleh digunakan untuk mendistribusikan makanan kepada penerima manfaat. Penggunaan di luar fungsi itu dinilai sebagai pelanggaran serius.

“Mobil box tidak boleh digunakan secara liar. Tidak untuk angkut barang , sampah, tidak untuk angkut bahan baku, ikan atau ayam apalagi jemput keluarga.” tegasnya.
Ia juga menyoroti potensi dampak dari penyalahgunaan tersebut. Selain melanggar SOP, tindakan itu dapat menurunkan standar higienitas distribusi makanan dan merusak kepercayaan publik terhadap program MBG.
Karena pemggunaan mobil tidak sesuai fungsinya.
Marsel meminta seluruh kepala dapur SPPG di Nabire meningkatkan pengawasan internal. Ia mendorong adanya kontrol ketat terhadap penggunaan kendaraan operasional, termasuk pencatatan aktivitas dan pembatasan penggunaan di luar jam distribusi.
Saya tegaskan Kepala SPPG Kunci Mobil Anda simpan setelah mobil beroperasi
Dan mobil box tidak dipakai sopir ke rumah.
Sebagai langkah pencegahan, BGN melalui koordinasi wilayah akan memperketat evaluasi dan monitoring di setiap dapur. Jika ditemukan pelanggaran serupa, sanksi tegas akan diberlakukan, termasuk penghentian sementara operasional.
Marsel menekankan bahwa kepatuhan terhadap SOP bukan sekadar aturan administratif. Hal itu merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas layanan gizi dan memastikan program MBG berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan.
“Semua dapur harus disiplin. Ikuti SOP. Jangan ulangi kesalahan yang sama,” pungkasnya.















