Jejakkasus News |Ternate — Universitas Khairun (Unkhair) menggelar Rapat Terbuka Senat dalam rangka Dies Natalis ke-62 di Aula Banau Kampus Unkhair, Ternate, Sabtu (15/8/2026). Mengusung tema “Sinergi dan Inovasi Menuju Unkhair yang Berdampak untuk Kemajuan Maluku Utara”, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk menegaskan peran Unkhair dalam pembangunan sumber daya manusia dan kemajuan Provinsi Maluku Utara.
Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, hadir mewakili Pemerintah Provinsi Maluku Utara sekaligus menyampaikan sambutan utama. Ia memberikan apresiasi terhadap kontribusi Unkhair yang dinilai memiliki posisi historis dan strategis dalam perjalanan pembangunan daerah.
“Kalau ada yang tanya: pembangunan Maluku Utara, Unkhair posisi di mana? Unkhair ada di dalamnya. Sebab, sebelum Maluku Utara ada, Unkhair sudah lahir duluan,” tegas Sarbin di hadapan sivitas akademika dan tamu undangan.
Menurut Sarbin, Unkhair telah mengabdi selama puluhan tahun, termasuk ketika Maluku Utara masih berstatus kabupaten dengan 21 kecamatan. Konsistensi tersebut menunjukkan bahwa Unkhair memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di wilayah kepulauan.
Sarbin juga mendorong sivitas akademika Unkhair untuk terus memberikan masukan kritis kepada pemerintah daerah. Salah satu isu yang disorot ialah kesenjangan antara pertumbuhan ekonomi dan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Ia mengakui bahwa pertumbuhan ekonomi Maluku Utara secara statistik berada pada level tinggi secara nasional. Namun, pertumbuhan tersebut belum sepenuhnya dirasakan secara merata oleh masyarakat. Karena itu, Pemerintah Provinsi Maluku Utara membuka ruang bagi kontribusi pemikiran akademisi Unkhair untuk memperkuat kebijakan yang berorientasi pada keadilan sosial dan ekonomi.
Pada kesempatan yang sama, Rektor Unkhair Prof. Dr. Abdullah W. Jabid menyampaikan laporan mengenai sejumlah capaian strategis universitas sepanjang 2026. Dari sisi sumber daya manusia, Unkhair kini memiliki 1.177 ASN yang terdiri atas 799 dosen dan 378 tenaga kependidikan. Lebih dari 99 persen dosen telah berpendidikan magister dan doktor, dengan 26 orang berstatus guru besar. Unkhair juga melayani 16.415 mahasiswa aktif yang tersebar pada 54 program studi.
Dalam bidang akademik dan riset, sebanyak 74,1 persen program studi telah memperoleh akreditasi Baik hingga Unggul. Unkhair mencatat 939 kegiatan Tridharma Perguruan Tinggi yang terdiri atas 584 penelitian dan 355 kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Capaian tersebut menghasilkan 267 luaran ilmiah, 135 kekayaan intelektual, serta tiga paten granted.
Dari sisi akses pendidikan, sebanyak 4.688 mahasiswa atau 28,6 persen dari total mahasiswa aktif menerima beasiswa. Mahasiswa Unkhair juga mencatat 71 prestasi hingga tingkat internasional. Sementara dalam pengembangan infrastruktur, Unkhair mengalokasikan anggaran Rp109 miliar pada 2026 untuk 31 paket pembangunan dan pemeliharaan, termasuk pembangunan Gedung Kuliah FKIP dan FKIK, Laboratorium Terpadu SBSN, serta pembebasan lahan baru di Fitu dan Gambesi.
Rapat Terbuka Senat tersebut turut diisi orasi ilmiah oleh Dr. Siti Barora Sinay dengan judul “Keadilan Tata Ruang dalam Pengelolaan Sumber Daya Alam: Rekonstruksi Perlindungan Hak Masyarakat di Tengah Kebijakan Strategis Nasional di Maluku Utara.”
Dies Natalis ke-62 Unkhair dihadiri jajaran Senat Unkhair, para mantan rektor, perwakilan bupati dan wali kota, unsur Forkopimda Maluku Utara, perwakilan para Sultan, pimpinan mitra industri dan perbankan, serta sivitas akademika dan mahasiswa Universitas Khairun.















