www.jejakkasusnews.com |Nabire Papua Tengah, 11 April 2026 — TNI melalui Kodim 1705/Nabire melaksanakan kegiatan doa bersama dan ground breaking pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Kelurahan Girimulyo, Kabupaten Nabire, Provinsi Papua Tengah. Kegiatan ini menjadi bagian dari karya bakti TNI AD dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan memperkuat kehadiran negara di tengah masyarakat.

Kegiatan berlangsung pada pukul 14.00 WIT, Sejumlah pejabat TNI dan unsur masyarakat turut hadir, antara lain Kasiter Kasrem 173/PVB Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, Kasdim 1705/Nabire Mayor Inf Prihatin, para perwira staf Kodim 1705/Nabire, Kepala Kelurahan Girimulyo Ferdinant B. Pattiruhu, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat serta masyarakat setempat.
Respons Kebutuhan Mendesak Masyarakat
Dalam sambutannya, Kepala Kelurahan Girimulyo, Ferdinant B. Pattiruhu, menyampaikan apresiasi kepada jajaran TNI atas respons cepat dalam merealisasikan pembangunan jembatan tersebut. Ia menegaskan bahwa pembangunan Jembatan Garuda merupakan kebutuhan mendesak masyarakat setelah jembatan sebelumnya mengalami kerusakan pada bulan puasa.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada terganggunya akses transportasi warga, termasuk aktivitas ibadah ke masjid. Ferdinant juga menyoroti peran aktif Babinsa Girimulyo, Serka Muhammad Baica Salaten, yang secara intens menampung aspirasi warga hingga mendapat tindak lanjut cepat dari TNI.
Menurutnya, langkah tersebut mencerminkan kehadiran nyata TNI dalam menjawab kebutuhan masyarakat di wilayah binaan. Ia juga menegaskan kesiapan warga untuk terlibat langsung dalam proses pembangunan guna mempercepat penyelesaian pekerjaan.
Bagian dari Program Strategis Nasional.
Sementara itu, sambutan Danrem 173/PVB yang dibacakan oleh Kolonel Inf Fajar Wibawa Angkasa, bahwa pembangunan Jembatan Perintis Garuda merupakan bagian dari program strategis nasional yang digagas Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.
Program ini bertujuan mempercepat pembangunan infrastruktur, khususnya di wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses. Pembangunan jembatan dipandang sebagai instrumen penting dalam membuka konektivitas antarwilayah dan mendorong pemerataan pembangunan.
Tahun 2026, Korem 173/PVB merencanakan pembangunan jembatan di empat titik. Tahap awal mencakup pembangunan dua jembatan beton, kemudian dilanjutkan dengan dua jembatan tipe Aramco pada tahap berikutnya.

Dampak Ekonomi dan Sosial
Pembangunan Jembatan Garuda diharapkan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan mobilitas masyarakat. Infrastruktur ini akan memperlancar distribusi hasil perkebunan, mempermudah akses pendidikan, serta mendukung aktivitas ekonomi dan sosial warga.
Selain itu, keberadaan jembatan juga dinilai memperkuat integrasi wilayah dan mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal. Korem 173/PVB menegaskan komitmennya untuk mengawal setiap program pembangunan agar berjalan aman, tertib, dan tepat sasaran.
Kegiatan dilanjutkan dengan prosesi peletakan batu pertama sebagai simbol dimulainya pembangunan. Prosesi ini dilakukan oleh Kasiter Kasrem 173/PVB, Kasdim 1705/Nabire, Kepala Kelurahan Girimulyo, serta perwakilan tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 14.53 WIT dengan aman dan lancar. Pembangunan Jembatan Perintis Garuda diharapkan segera terealisasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Nabire.(*)












